Malang – Kejuaraan Provinsi (KEJURPROV) Sepak Takraw Jawa Timur Tahun 2026 sukses digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 6–7 Juni 2026. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi daerah yang mengikuti kejuaraan. Sebanyak 24 kabupaten/kota ambil bagian pada kategori SMA/SMK/MA, sementara kategori Umum U-23 diikuti oleh 20 kabupaten/kota. Secara keseluruhan, tercatat 26 kabupaten/kota se-Jawa Timur mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Ketua Panitia Pelaksana, Ruslan, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa penyelenggaraan KEJURPROV ini merupakan bagian dari upaya pembinaan prestasi yang berkelanjutan bagi atlet sepak takraw Jawa Timur.

"Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi hasil pembinaan di daerah. Melalui KEJURPROV ini, kami berharap lahir atlet-atlet potensial yang mampu memperkuat Jawa Timur pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional," ujarnya.

Ruslan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, wasit, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi daerah menunjukkan bahwa olahraga sepak takraw terus berkembang dan mendapatkan perhatian besar di Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa KEJURPROV bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, melainkan wadah pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, dan persaudaraan antar atlet.

"Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri serta mengharumkan nama daerah masing-masing," ujar Aries.

Ia juga berharap melalui KEJURPROV 2026 akan lahir atlet-atlet berbakat yang dapat menjadi tulang punggung prestasi Jawa Timur di masa mendatang. Menurutnya, pembinaan usia pelajar hingga kelompok U-23 menjadi langkah strategis dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi semangat fair play. Para atlet menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para pelatih, official, dan pecinta sepak takraw yang hadir di GOR Kanjuruhan.

Kejuaraan Provinsi Sepak Takraw Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan pembinaan olahraga prestasi sekaligus memperkokoh semangat "Arah Baru Sepak Takraw Jawa Timur" menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

← Kembali ke Blog